
Pun ketika masuk TK (Taman Kanak-Kanak), Farras masih sama seperti sewaktu di Play Group, tidak mau diam. Jika ada lomba di sekolah, Farras akan lebih tertarik mengikuti lomba misalnya : menangkap ikan, atau memindahkan kardus, daripada harus mengikuti lomba membaca atau berhitung. Farras tidak menyukai kegiatan yang monoton. Dan diakhir kelulusan Farras di TK pun, ibu guru Farras mengatakan Farras anak yang tidak mau diam atau anak aktif. Farras selalu ingin tahu, apa yang menarik baginya. Farras senang meng explore.
Rokok di warung mbahnya pernah jadi sasaran keingintahuan Farras. Semua rokok di warung mbahnya Farras bakar, lalu mencoba menghisapnya, tentunya tanpa sepengetahuan siapa-siapa. Alhasil mbahnya marah besar pada Farras. Bukan marah karena merokoknya, tapi marah karena membakar rokok-rokok yang ada di warungya. Sementara saya dan ayahnya Farras, marah pada Farras karena Farras mencoba ingin tahu rasanya merokok. Padahal ayahnya Farras tidak merokok lho... Mungkin Farras sering melihat orang-orang dewasa di sekitarnya yang merokok, ya... Tak jarang Farras mendapat predikat nakal dari keluarga. Sedih juga sih ya, sebagai seorang ibu ada yang mengatakan anaknya nakal, apalagi yang mengatakannya adalah keluarga sendiri. Padahal tidak boleh memberikan label nakal pada anak.
Rokok di warung mbahnya pernah jadi sasaran keingintahuan Farras. Semua rokok di warung mbahnya Farras bakar, lalu mencoba menghisapnya, tentunya tanpa sepengetahuan siapa-siapa. Alhasil mbahnya marah besar pada Farras. Bukan marah karena merokoknya, tapi marah karena membakar rokok-rokok yang ada di warungya. Sementara saya dan ayahnya Farras, marah pada Farras karena Farras mencoba ingin tahu rasanya merokok. Padahal ayahnya Farras tidak merokok lho... Mungkin Farras sering melihat orang-orang dewasa di sekitarnya yang merokok, ya... Tak jarang Farras mendapat predikat nakal dari keluarga. Sedih juga sih ya, sebagai seorang ibu ada yang mengatakan anaknya nakal, apalagi yang mengatakannya adalah keluarga sendiri. Padahal tidak boleh memberikan label nakal pada anak.
Dan sampai sekarang, di usianya yang 7 tahun, keaktifan Farras tidak juga berkurang (sempat berharap ketika usianya bertambah, keaktifan Farras berkurang), tapi ternyata tidak. Ketika awal-awal masuk SD, saya pernah ditegur ibu guru Farras, karena keaktifan Farras. Ibu gurunya bilang, Farras anak yang tidak mau diam, senang berjalan-jalan di dalam kelas. Ada juga ibu dari salah satu murid yang sekelas dengan Farras, mengatakan Farras anaknya tidak mau diam, di kelas senangnya berjalan-jalan, khawatir mengganggu anak yang lain. Haduuh... sedih banget deh rasanya ibu guru dan wali murid ada yang mengatakan hal seperti itu tentang Farras.
Sebetulnya, saya sendiri sih, tidak terlalu mengkhawatirkan Farras anak yang sangat aktif, karena biasanya anak yang aktif adalah anak yang pintar dan cerdas (sudah terbukti lho... :p) juga sehat. Hanya saja, saya khawatir jika Farras berada diantara orang-orang yang tidak biasa menghadapi anak aktif. Apalagi jika ada acara keluarga besar berkumpul, hati saya pasti ikut jumpalitan seiring kelakuan Farras yang jumpalitan juga :)
Anak aktif bukanlah anak nakal, tidak ada anak yang nakal, mereka hanya ingin tahu apa yang akan terjadi jika mereka melakukan hal-hal yang dilarang oleh orang dewasa. Anak aktif adalah anak yang keinginantahuannya besar, selalu banyak bertanya, selalu meng explore rasa ingin tahunya.
Keaktifan Farras rupanya menular pada Fayda, adiknya. Padahal Fayda adalah anak perempuan. Tapi Fayda pun senang bergerak, tidak mau diam. Senang bercanda dengan kakaknya, juga anak yang suka iseng. Senang lompat-lompat, bahkan jungkir balik di kasur, padahal usia Fayda belum genap 3 tahun waktu itu. Memang tidak ada yang bisa melarang anak untuk aktif. Itu adalah dunianya. Biarkan saja mereka mencari jawaban atas keingintahuannya, jangan dicekal, jangan dilarang. Hargailah kreatifitas anak, hargailah hak bermain anak, walaupun dengan cara berlari-lari, loncat-loncat, naik-naik, yang penting kita sebagai orangtua harus selalu mengawasi setiap gerak-gerik anak. Beri anak ruang untuk bisa meng explore apa yang ingin dia tahu. Kita hanya bisa memberikan wadah yang baik untuk rasa ingin tahunya itu.
#Untuk Farras & Fayda : Ibu tidak pernah mengatakan kalian anak nakal, kalian adalah anak-anak cerdas ibu, anak-anak ibu yang sehat. Matahari pagi ibu. Ibu selalu bangga pada kalian, anak-anak ibu#
anak memang ada yg aktif, ada juga yang kalem, ya Mbak. Tp memang sebaiknya hindari pelabelan apalagi label negatif. Setuju :)
ReplyDeleteAnak-anak itu seperti selembar kertas, jika kita guratkan kata-kata indah, maka akan tercipta puisi disitu, apabila kita guratkan warna-warni dan lekukan indah akan tercipta karya lukis bernilai seni tinggi. Tapi apabila kita nyalakan api dan membakarnya, niscaya hanya abu sisa pembakaran yang tersisa :)
ReplyDeleteaktif beda dengan nakal. Aktif tandanya ank pintar :)
ReplyDeleteSetuju..
ReplyDeleteNakal adalah label yg diberikan orang dewasa kepada anak2. Padahal anak aktif itu karena dia sehat dan punya rasa ingin tau yang tinggi..
Pernah teman tanya ke aku soal Dzaky. "mbak anaknya nakal ga?" uuhh gemes banget denger pertanyaan gitu. Hehehe
Buat Farras.. Selalu sehat dan makin cerdas ya nak... Semangat...!!!
Aku juga meyakini anak yang aktif itu bukanlah anak nakal.Mereka senang mencari tahu. Yang penting kita orang tuanya bisa menyalurkan keaktifannya itu ke kegiatan yang tepat. Misalnya karate, menari, atau kursus masak. Insya Allah akan tersalurkan dengan baik :)
ReplyDeleteMdh2an Farras dan Fayda jadi anak yang cerdas!
Wooww Anak cerdas, anak pinter , anak aktif..
ReplyDeletedan emang perlu hati2 dengan label yang negatif ya Mak...
anak aktif bukan anak nakal ...saya setuju sama pointnya mbak...
ReplyDeleteterkadang dari sebagian orang tua masih setengah keliru menafsirkannya....
mungkin bisa jd keduanya sangat tipis batasannya :)
#salam
saya yalin, di dunia ini tidak ada anak nakal mbk...semua anak itu istimewa... kata "nakal" itu sudah termasuk labeling yang negatif yang sesungguhnya tidak diberlakukan,bener g???
ReplyDelete@ keke naima : iya mba Myra, betul
ReplyDelete@ Sang Shafa : orgtua memang yg membentuk kepribadian anak, juga faktor lingkungan. Dan jika anak aktif dilabelkan dgn anak nakal, maka pelabelan negatif itu akan tertanam pada jiwa anak. Dgn demikian orgtua memang hrs menghindari pelabelan negatif tsb.
ReplyDelete@ Lidya : Sebetulnya memang tdk ada anak yg nakal ya mba, hanya kita sebagai org dewasa yg menyebutnya sprti itu.
ReplyDelete@ Bunda Dzaky : Emang guemmes banget ya mba, kalo anak kita disbut nakal atau ditanya nakal enggak.
ReplyDeleteAmiin, terima kasih. Doa yang sama juga utk Dzaky
@ Mayya : betul mba. Aamiin. Terima kasih :)
ReplyDelete@ Nchie Hanie : Iya teh, khawatir jika pelabelan negatif tsb akan tertanam pada jiwa anak. Saya sebisa mungkin menghindari label negatif itu.
ReplyDelete@ budi os 19 : Iya, mungkin saja :)
ReplyDelete@ Hanna HM Zwan : Setuju mba Hanna :)
ReplyDeleteOrang-orang sering mengucapkan "anak nakal" pada kelakuan anak yang kurang sesuai harapan mereka. Bahkan ada saja ibu yang mengucapkan anakku nakal atau jangan nakal pada anaknya. :(
ReplyDeleteJarang yang sepakat bahwa anak2 sedang eksplore dunianya. jarang ada yang ingat bahwa tugas anak adalah bergerak dan bermain sambil belajar banyak hal.
Di rumah susindra, kata anak nakal adalah forbiden word. Ini kesepakatan kami sejak sebelum menikah.
Betul mba Susi. Hanya saja, jika di rumah, nakal sbgai forbiden word, tapi kadang saudara/kerabat sendiri yg mengatakan anak nakal, atau bahkan lingkungan yg menyebutnya begitu, padahal tingkah anak2 hanya utk memenuhi rasa ingin tahunya.
ReplyDeletesetuju mba..
ReplyDeletesaya suka risih klo ada ibu yg melabeli anaknya sendiri 'anak nakal' :(
Iya ya mba, suka adaa aja ibu yg mengatakn anaknya nakal, mgkn si ibu blm mengerti ya, ttg pelabelan negatif itu tdk boleh diberikan pada anak. Gimana sama anak org lain kali ya?
ReplyDeletenyusullll hahahaha moga kelak aku juga punya hihihi
ReplyDeleteAktif itu justu berdampak bagus untuk perkembangannya mbak, jadi biarin aja... :)
ReplyDelete@ Planet Pengetahuan : Amiin... :)
ReplyDelete@ f4dLy :): Iya betul, setuju :)
ReplyDelete